<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Silvi Cute's Weblog</title>
	<atom:link href="http://silvicute.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://silvicute.wordpress.com</link>
	<description>Indahnya Belajar &#38; Bekerja dengan Cinta</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Aug 2008 15:42:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='silvicute.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Silvi Cute's Weblog</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://silvicute.wordpress.com/osd.xml" title="Silvi Cute&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://silvicute.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>imam mahdi</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/08/14/imam-mahdi/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/08/14/imam-mahdi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 15:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ada hal yang aneh dari Syi’ah 12 imam mengenai Imam Mahdi. Bagi mereka Imam Mahdi adalah anak Hasan Al-Askari yaitu Muhammad bin Hasan Al-Askari. Menurut sejarah syi’ah, ketika kecil Muhammad bin Hasan Al-Askari masuk ke dalam gua di bawah tanah Samira’ atau Samara. Setelah itu tidak ada lagi mata yang pernah memandangnya dan tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=20&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada hal yang aneh dari Syi’ah 12 imam mengenai Imam Mahdi. Bagi mereka Imam Mahdi adalah anak Hasan Al-Askari yaitu Muhammad bin Hasan Al-Askari. Menurut sejarah syi’ah, ketika kecil Muhammad bin Hasan Al-Askari masuk ke dalam gua di bawah tanah Samira’ atau Samara. Setelah itu tidak ada lagi mata yang pernah memandangnya dan tidak ada pula kabar beritanya, dan mereka menantinya setiap hari. Syi’ah punya tradisi sampai sekarang berteriak-teriak memanggil Imam Mahdi tsb agar keluar dari persembunyiannya di gua bawah tanah di Samara dengan mengatakan, “Keluarlah, wahai Tuan kami! Keluarlah, wahai Tuan kami!”<br />
Sekarang Imam Mahdi bagi syi’ah dalam masa ghaibah Al-Kubro (ghaib besar). Menurut syi’ah, Imam Mahdi ghaib (tidak kelihatan oleh mata) tetapi senantiasa bersama kita dan melihat kehidupan kita. Syi’ah menggunakan dalil Al-Qur’an yaitu :<br />
“Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata.” (Q.S.At-Taubah : 105)<br />
Syi’ah menggunakan dalil ayat tsb juga untuk Rasulullah SAw dan seluruh imam mereka. Bagi mereka, Rasulullah dan para imam selalu hadir dan mengawasi. Oleh sebab itu, mereka terkadang berdo’a dengan kata-kata misalnya Ya Rasulullah! Ya Abul Qasim! atau Ya Ali!, Ya Fatimah!, Ya Husein! Ya Mahdi Al-Muntazar! berilah kami syafaat disisi Allah. Sesungguhnya aku memohon kepada Allah melalui kalian wahai imam-imamku, dari segala kepapaan dan kefaqiran serta banyaknya kebutuhan-kebutuhanku dan aku bertawassul dengan kalian kepada Allah…dst.<br />
Do’a seperti itu bukan cuma disebutkan ketika ziarah imam tetapi dapat kapan saja dan dimana saja! Na’uzubillah, bukankah ini membuat Rasul dan para imam bagaikan Allah yang Maha Mengawasi dan Maha Mengetahui! Syi’ah telah mengklaim hak prerogatif Allah bagi Rasulullah SAW dan para imam ahlul bait!</p>
<p>Imam Mahdi versi Syi’ah adalah anak Hasan Al-Askari, padahal berdasarkan hadis shahih Imam Mahdi adalah anak Abdullah. Imam Mahdi memiliki nama yang sama dengan nama Rasulullah SAw dan ayahnya sama dengan nama ayah Rasullah SAW yaitu Abdullah. Jadi Imam Mahdi adalah Muhammad bin Abdullah bukan Muhammad bin Hasan Al-Askari.</p>
<p>Rasulullah SAw bersabda :<br />
“Namanya (Al-Mahdi) sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. ” [Sunan Abi Daud], Al-Albani berkata hadis ini Shahih. (Shahih Al-Jami’ush Shaghir)</p>
<p>Wassalam</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=20&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/08/14/imam-mahdi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HANYA 4w1</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/08/14/hanya-4w1/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/08/14/hanya-4w1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 15:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Hanya ALLAH… Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan badai kencang menerjang, semua penumpang bahtera akan panik dan berteriak pasrah, “Ya ALLAH!”… Ketika seseorang tersesat di tengah padang sahara, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, “Ya ALLAH!”… Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedi terjadi, mereka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=18&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hanya ALLAH…</p>
<p>Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung dan badai kencang menerjang, semua penumpang bahtera akan panik dan berteriak pasrah, “Ya ALLAH!”…</p>
<p>Ketika seseorang tersesat di tengah padang sahara, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru, “Ya ALLAH!”…</p>
<p>Ketika musibah menimpa, bencana melanda dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru, “Ya ALLAH!”…</p>
<p>Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup dan tabir-tabir permohonan digeraikan, orang-orang mendesah, “Ya ALLAH!”…</p>
<p>Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus dan semua sarana membuntu, merekapun menyeru, “Ya ALLAH!”…</p>
<p>Ketika bumi yang luas terasa menyempit dikarenakan himpitan persoalan hidup dan jiwa serasa seolah tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus dipikul, menyerulah “Ya ALLAH!”…</p>
<p>Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata bening yang menetes dan semua keluh kesah yang tiada henti yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadiratNya…</p>
<p>Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap dan arahkan terus tatapan mata ke arahNya untuk memohon pertolongan…</p>
<p>Hanya dengan namaMu lisan ini bersenandung, memohon keselamatan, bergumam memanggil…Hanya dengan berdzikir kepadaMu hati terasa nyaman, jiwa menjadi tenteram dan perasaan menjadi teduh, seluruh urat syaraf tak lagi menegang, sehingga bimbingan Ilahi membuahkan hasil dan menuai keyakinan, bahwa Engkau adalah Maha Lembut terhadap hambaMu…</p>
<p>(Disarikan dari “La Tahzan” karya DR. ‘Aidh Al-Qarni -Hafidhahullah [www.hatibening.com / www.kajianislam.net])</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=18&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/08/14/hanya-4w1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>oh why???</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/06/01/oh-why/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/06/01/oh-why/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 08:01:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti -Rahimahullah berkata: “Perasaan berat (tidak suka atau benci) dari manusia (terhadap seseorang) terjadi disebabkan dua perkara: Pertama: Seseorang melakukan hal-hal yang dilarang Allah dari pada dosa-dosa, karena orang yang melanggar perkara-perkara yang diharamkan Allah pasti Allah membencinya, dan barangsiapa yang dibenci Allah pasti dibenci oleh Malaikat, kemudian kebencian itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=16&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;">Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti -Rahimahullah berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:red;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:red;">“Perasaan berat (tidak suka atau benci) dari manusia (terhadap seseorang) terjadi disebabkan dua perkara:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:red;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:blue;">Pertama:</span><span style="color:red;"> </span></strong><span style="color:red;">Seseorang melakukan hal-hal yang dilarang Allah dari pada dosa-dosa, karena orang yang melanggar perkara-perkara yang diharamkan Allah pasti Allah membencinya, dan barangsiapa yang dibenci Allah pasti dibenci oleh Malaikat, kemudian kebencian itu diletakkan di muka bumi sehingga hampir tidak ada seorangpun yang melihatnya melainkan merasa berat (atasnya) dan membencinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:red;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="color:blue;">Kedua:</span></strong><span style="color:red;"> Seseorang yang melakukan perkara-perkara yang dibenci manusia, karena apabila seseorang melakukan hal yang seperti itu, pasti manusia merasa berat (benci) terhadapnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;">Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti -Rahimahullah berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#666699;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:#666699;">“Diantara sarana terbesar untuk sampai kepada manusia dan mendatangkan cinta mereka adalah berkorban membantu mereka dengan apa yang kita miliki dari pada harta dunia dan sanggup menanggung beban gangguan dari mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;">Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti -Rahimahullah berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:green;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:green;">“Barangsiapa tidak mempunyai harta (untuk membantu orang lain) maka hendaklah membentangkan wajahnya kepada mereka (dengan berakhlak baik) karena hal itu bisa menggantikan kedudukan membantu dengan harta.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:black;">Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti -Rahimahullah berkata:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:purple;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="color:purple;">“Ibnul Mubarak -Rahimahullah pernah ditanya tentang akhlak yang baik, lalu Beliau menjawab: “Akhlak yang baik adalah wajah berseri-seri, membantu (orang lain) dengan kebaikan dan menahan (diri dari) gangguan (tidak mengganggu orang lain).”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">(Raudhatul `Uqalaa´ Wa Nuzhatul Fudhalaa´</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">karya Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti (Wafat 354 H)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">hlm 52 dan 54)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=16&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/06/01/oh-why/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 gadis yang tidak dinikahi laki-laki</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/06/01/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/06/01/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 08:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: &#8220;Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus&#8221; menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda: Pertama: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=15&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itemBody">
<div class="itemText"><strong>9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki</strong></p>
<p>Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: &#8220;Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus&#8221; menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:</p>
<p><strong>Pertama: Gadis Pencemburu</strong></p>
<p>Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.</p>
<p><strong>Kedua: Gadis Egois, sok menjadi ratu</strong></p>
<p>Adapun gadis yang kedua adalah gadis yang egois, ingin berkuasa, menginginkan dari suaminya segenap kecintaan, ketundukan, dan kepasrahan hanya kepadanya saja. Dia akan marah jika melihat suaminya lebih mementingkan orang lain atau mencintai selain dirinya. Seperti cemburu kepada kerabat suami, atau teman-temannya. Perbuatan ini kadang menimbulkan banyak permasalahan. Dengan sikap seperti itu, dia telah mempersempit kepribadian suami, dan menyebabkan timbulnya permasalahan dengan kerabatnya. Dengan sikap seperti itu, dia telah menjadikan suami benci dengan kehidupan rumah tangganya. Sikap yang demikian tidak termasuk cinta, tetapi ambisi kepemilikan dan penguasaan. Maka wajib bagi gadis ini untuk menyadari bahwa mereka adalah kerabat suami, yang tidak mungkin ia bebas lepas dari mereka, begitu pula sebaliknya mereka tidak mungkin bebas lepas darinya.</p>
<p><strong>Ketiga: Gadis Durhaka</strong></p>
<p>Yaitu istri yang tidak ridha dengan kehidupannya. Dia senantiasa membangkang pada suami dan menggerutu tentang segala sesuatu. Dia tidak bersikap qonaah (menerima apa adanya), senantiasa menginginkan tambahan dan lebih. Dengan sikap seperti ini, dia telah menekan suami hingga mau memenuhi keinginannya. Dia tidak peduli darimana sang suami bisa memenuhi berbagai tuntutan itu, dan bagaimana ia bisa mendapatkan harta tersebut. Dia adalah jenis istri perusak. Dia hanya mencari untuk diri dan kebahagiannya sendiri, terutama harta, bukan cinta. Dia tidak menjaga suami atau rumahnya. Biasanya keadaan yang seperti ini berakhir dengan perceraian.</p>
<p><strong>Keempat: Gadis yang cuek dan masa bodoh</strong></p>
<p>Gadis ini tidak layak disebut sebagai seorang istri. Dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada suami, tidak juga pada rumahnya. Tidak berusaha memenuhi kebutuhan suami atau permintaannya. Di sini sang suami merasa bahwa si istri tidak mencintainya, atau tidak menganggapnya. Kadang yang demikian membuat sang suami bersikap kasar kepada istri sebagai usaha untuk meluruskannya. Akan tetapi jika sang istri memiliki sifat seperti ini, maka akan sulit merubahnya. Hal ini menjadikan sang suami tidak menaruh perhatian terhadap istri, tidak mesra dengannya dalam segala hal, dan bisa menyebabkan perpisahan. Maka mulai sekarang seharusnya istri mulai memberikan perhatian terhadap suami.</p>
<p><strong>Kelima: Gadis yang Kekanak-kanakkan</strong></p>
<p>Yaitu gadis yang senantiasa tergantung pada ibunya, dan terus terikat dengannya, bersandar kepadanya dalam segala hal. Dia bertindak dengan malu, tidak mampu mengemban tanggung jawab. Kebanyakan ibunyalah yang memberikan keputusan dan berkuasa pada seluruh urusan rumah. Maka sang putripun bersandar kepadanya dalam segala hal seperti apa yang dia kerjakan saat masih kanak-kanak. Dengan sifat seperti itu, dia tidak layak menjadi seorang ibu bagi putra-putranya, dikarenakan putra-putranya akan menjadi pribadi-pribadi yang terputus, tidak utuh. Adapun sang suami, maka ia merasa seolah-olah telah menikahi ibu mertuanya, karena dialah yang mengatur segala keperluannya. Maka wajib bagi para gadis untuk belajar memikul tanggung jawab dan berbuat secara dewasa.</p>
<p><strong>Keenam: Gadis yang meninggalkan Tugas Rumah Tangga</strong></p>
<p>Kebanyakan gadis seperti ini adalah gadis yang bekerja (wanita karir). Akan tetapi, ada perbedaan antara istri yang bekerja dan istri yang pergi meninggalkan tanggung jawab rumah. Artinya ada banyak istri yang bekerja, tetapi mereka dapat melakukan segenap pekerjaan rumah tangga dan memberikan perhatian terhadap berbagai keperluan suami dan anak-anak mereka. Pekerjaan mereka tidak membuat mereka durhaka terhadap keluarga. Maka istri harus menyeimbangkan antara pekerjaan dengan suami dan anak-anaknya. Janganlah pekerjaan membuat keluarga terhalangi dari perhatian dan kasih sayangnya. Sehingga sang suami merasa kehilangan kemesraan, akhirnya timbullah permasalahan diantara mereka.</p>
<p><strong>Ketujuh: Gadis yang Lemah</strong></p>
<p>Yaitu seorang gadis yang terbiasa pasrah terhadap keadaan di sekitarnya, apakah terhadap keluarga atau teman-temannya. Dia sangat lemah untuk bisa mengambil keputusan dengan dirinya sendiri, tidak berusaha mengadakan musyawarah atau menampakkan pendapat apapun. Kepribadian yang lemah, penurut, dan tidak terbiasa memikul tanggung jawab. Kebanyakan penyebabnya adalah keluarga, yaitu dengan sikap keras sang ayah, dan diamnya ibu. Maka sang suamipun kehilangan teman yang bisa memberikan nasihat, atau masukan-masukan dalam berbagai urusannya.</p>
<p><strong>Kedelapan: Gadis yang membuat was was</strong></p>
<p>Yaitu gadis yang menggambarkan suaminya dengan gambaran yang terburuk. Sebagai contoh, jika suami terkena penyakit mulas, maka sang istri membesar-besarkannya serta meyakininya bahwa sang suami menderita usus buntu. Jika panas sang suami meningkat dia berkata bahwa dia telah terkena demam. Jika sang suami terlambat, dia berkeyakinan telah terjadi kecelakaan atau terkena sesuatu yang tidak disukai. Istri semacam ini akan mendorong suami untuk selalu was-was dan berkhayal macam-macam serta selalu khawatir.</p>
<p><strong>Kesembilan: Gadis yang Sok Sempurna</strong></p>
<p>Yaitu gadis yang berambisi untuk mengerjakan sesuatu dengan benar, dan terlalu berlebih-lebihan di dalamnya sehingga sang suami dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya terkadang merasa jengkel. Sifat seperti itu membuatnya fanatik buta dalam kehidupan rumah tangga. Dia menginginkan kesempurnaan dalam segala hal. Jika pergi salah seorang teman maka harus membawa hadiah berharga dan mahal dibungkus dengan bungkus yang mewah dan seterusnya. Sifat seperti ini dimungkinkan akan membuat suami melakukan respon yang mungkin bisa menjadi seorang laki-laki yang keras dan menolak apa saja yang dilakukan istri, sekalipun perbuatan itu untuk kepentingannya, dan dia tidak lagi mementingkan keridhaan istrinya</p>
<p>Sekarang, carilah untuk dirimu sendiri wahai saudariku, sifat manakah dari kesembilan sifat tersebut yang kamu miliki? Kemudian bersihkanlah dari dirimu agar kehidupan rumah tanggamu selamat dan bahagia. (Zuhair Qarami. Majalah Qiblati).</p></div>
</div>
<div class="smartsection_itemfooter">(c) Hak cipta 2007 &#8211; Hatibening.com</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=15&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/06/01/9-gadis-yang-tidak-dinikahi-laki-laki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>41 keistimewaan wanita dalam islam</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/28/41-keistimewaan-wanita-dalam-islam/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/28/41-keistimewaan-wanita-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 10:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[41 Keistimewaan Wanita (dalam Islam) :  1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana     sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya     kepada Rasulullah S.A.W. akan hal tersebut, jawab baginda: &#8220;Ibu     lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak     akan sia-sia.&#8221;  2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=10&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;color:blue;font-family:Arial;">41 Keistimewaan Wanita (dalam Islam) :</span></strong><span style="color:#333333;font-family:Arial;"></p>
<p><span style="font-size:small;"> 1. Doa wanita lebih makbul daripada lelaki kerana<br />
    sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya<br />
    kepada Rasulullah S.A.W. akan hal tersebut, jawab baginda: &#8220;Ibu<br />
    lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak<br />
    akan sia-sia.&#8221;</p>
<p> </span></span><span style="color:#333333;font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada<br />
     70 orang lelaki yang soleh.</p>
<p> 3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya,<br />
   derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah<br />
   S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api<br />
   neraka ke atas tubuhnya.</p>
<p>4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan<br />
   dari pasar ke rumah)lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya<br />
   seperti bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada<br />
   anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah-<br />
   olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.</p>
<p> 5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku<br />
    (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga.</p>
<p> 6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara<br />
    perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan,<br />
    lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik<br />
    mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya<br />
    adalah syurga.</p>
<p> 7. Daripada Aisyah r.a. &#8220;Barang siapa yang diuji dengan se Suatu<br />
    daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada<br />
    mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api<br />
      neraka.</p>
<p> 8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.</p>
<p> 9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah<br />
      panggilan ibumu dahulu.</p>
<p>10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-<br />
       pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana<br />
       pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.</p>
<p> 11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung<br />
       di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya<br />
      beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan<br />
      direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).</p>
<p>12. Aisyah r.a. berkata &#8220;Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W.,<br />
      siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab<br />
       baginda, &#8220;Suaminya.&#8221; &#8220;Siapa pula berhak terhadap lelaki?&#8221; Jawab<br />
      Rasulullah S.A.W. &#8220;Ibunya.&#8221;</p>
<p>13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan,<br />
      memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari<br />
      pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.</p>
<p> 14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka<br />
      Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada<br />
      suaminya (10,000 tahun).</p>
<p>15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka<br />
       beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. mencatatkan<br />
       baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya<br />
      1,000 kejahatan.</p>
<p>16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka<br />
      Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada<br />
      jalan Allah S.W.T.</p>
<p> 17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia<br />
      daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.</p>
<p> 18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu<br />
      setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.</p>
<p> 19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang<br />
       sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70<br />
       orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.</p>
<p> 20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.</p>
<p>21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000<br />
      lelaki yang jahat.</p>
<p>22. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada<br />
      80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.</p>
<p> 23. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya<br />
       (susu badan)akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu<br />
       yang diberikannya.</p>
<p>24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di<br />
       dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.</p>
<p>25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang<br />
        melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan<br />
       penuh rahmat.</p>
<p>26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan<br />
      Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga<br />
      500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000<br />
      malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam<br />
      syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat<br />
      daripada yakut.</p>
<p> 27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga<br />
       anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya<br />
       dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala<br />
       ibadat.</p>
<p> 28. Wanita yang memerah susu binatang dengan &#8220;bismillah&#8221; akan<br />
      didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.</p>
<p>29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan &#8220;bismillah&#8221;, Allah akan<br />
      berkatkan rezekinya.</p>
<p>30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala<br />
     seperti meyapu lantai di baitullah.</p>
<p> 31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.</p>
<p> 32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.</p>
<p> 33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan<br />
     puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan<br />
     satu pahala haji.</p>
<p> 34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia<br />
     akan dianggap sebagai mati syahid.</p>
<p> 35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12<br />
     tahun solat.</p>
<p> 36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ thn), maka<br />
       malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib<br />
      baginya.</p>
<p> 37. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis,<br />
      Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.</p>
<p>38. Jika wanita memicit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat<br />
     pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh<br />
      akan mendapat pahala 7 tola perak.</p>
<p>39. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan<br />
      memasuki syurga.</p>
<p> 40. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat<br />
      pahala 80 tahun ibadat.</p>
<p> 41. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat,<br />
       tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati<br />
       auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.</span></span><span lang="SV"></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=10&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/28/41-keistimewaan-wanita-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>optimislah&#8230;..</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/25/optimislah/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/25/optimislah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 08:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Optimislah&#8230; Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa, Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti. Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa tidak dinikmati saja, Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa. Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Maka mengapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=9&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itemBody">
<div class="itemText"><strong>Optimislah&#8230;</strong></p>
<p>Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,<br />
Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.</p>
<p>Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa tidak dinikmati saja,<br />
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.</p>
<p>Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,<br />
Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.</p>
<p>Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,<br />
Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.</p>
<p>Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,<br />
Sedang taubat itu lebih utama.</p>
<p>Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,<br />
Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.</p>
<p>Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti membusung dada dan membuat kerusakan di dunia,<br />
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia agar sejahtera.</p>
<p>Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,<br />
Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.</p>
<p>Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,<br />
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna</p>
<p>Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,<br />
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,<br />
Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.</p>
<p>Suatu hari nanti,<br />
Saat semua telah menjadi masa lalu<br />
Aku ingin ada di antara mereka<br />
Yang bertelekan di atas permadani<br />
Sambil bercengkerama dengan tetangganya<br />
Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu<br />
Hingga mereka mendapat anugerah itu.</p>
<p>[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang kuterima di sini)-</p>
<p>(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia)]</p>
<p>Suatu hari nanti<br />
Ketika semua telah menjadi masa lalu<br />
Aku tak ingin ada di antara mereka<br />
Yang berpeluh darah dan berkeluh kesah:<br />
Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.</p>
<p>[(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini?)-</p>
<p>(Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus kuarungi kini. Mengapa aku dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?)]</p></div>
</div>
<div class="smartsection_itemfooter"></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=9&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/25/optimislah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>home schooling</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/25/home-schooling/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/25/home-schooling/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 08:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Homeschooling Histeria Homeschooling atau sekolah rumah, masih saja menjadi bahan perbincangan yang menarik. Penerapan homeschooling pun tak sepi dari pro dan kontra. Memang, homeschooling sendiri sebenarnya bukan barang baru di dunia pendidikan. Pemerintah sendiri mengamini keberadaan homeschooling melalui UU Sisdiknas, Pasal 27 mengenai pendidikan informal. Apakah diamininya homeschooling oleh pemerintah dikarenakan ingin berlepas tangan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=8&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="itemBody">
<div class="itemText"><strong>Homeschooling Histeria</strong></p>
<p>Homeschooling atau sekolah rumah, masih saja menjadi bahan perbincangan yang menarik. Penerapan homeschooling pun tak sepi dari pro dan kontra. Memang, homeschooling sendiri sebenarnya bukan barang baru di dunia pendidikan. Pemerintah sendiri mengamini keberadaan homeschooling melalui UU Sisdiknas, Pasal 27 mengenai pendidikan informal.</p>
<p>Apakah diamininya homeschooling oleh pemerintah dikarenakan ingin berlepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai penyelenggara pendidikan? Wallahu’alam. Karena, homeschooling sendiri mulai pembiayaan, fasilitas belajar mengajar sampai tenaga pengajar diselenggarakan oleh masyarakat. Memang pemerintah menyediakan kurikulum sebagai tuntunan bahan ajar, namun masyarakat cenderung memilih kurikulum luar yang rata-rata berasal dari luar Indonesia. Contohnya, kurikulum Franklin Classical School dari Amerika Serikat.<br />
Homeschooling Indonesia dinaungi Asosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif (Asah-Pena). Juga ada Morning Star Academy, Komunitas Homeschooling Berkemas, Homeschooling Kak Seto, dan KerLip.</p>
<p>Tampaknya, gelombang ketertarikan masyarakat terhadap homeschooling dipacu oleh banyak sebab. Di antaranya, biaya pendidikan formal yang kian membumbung tinggi, terjadinya bullying action pada lingkungan sekolah, rutinitas belajar mengajar yang terasa berat dan membosankan, peserta didik telah fokus dalam kesibukan tertentu (bekerja) serta lebih mudah menanamkan nilai agamis dalam berbagai mata pelajaran yang disajikan.</p>
<p>Pendek kata, apakah homeschooling adalah buah dari ketidakpercayaan masyarakat terhadap mutu sekolah formal dalam mendidik dan membentuk pribadi benih insan bangsa. Ditambah beban biaya pendidikan formal yang kian mahal, serta penerapan kurikulum yang cenderung gonta-ganti dan membuat peserta didik merasa seperti animal test? Lagi-lagi, wallahu’alam.</p>
<p>Pasal 7 UU Sisdiknas mengenai Hak dan Kewajiban Orangtua. Ayat 1. Orangtua berhak berperanserta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anak. Ayat 2. Orangtua dari anak usia wajib belajar berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya.<br />
Mengaitkan antara homeschooling dan Pasal 7 tersebut, saya menyimpulkan, homeschooling sebenarnya bagus kalau diposisikan sebagai wahana pembentuk karakter dan kepribadian anak.</p>
<p>Orangtua justru akan ikut terlibat dan mewarnai pembentukan karakter dan kepribadian anak mereka melalui homeschooling, dengan bahan ajar yang lebih menitikberatkan pada penanaman nilai keimanan serta akhlak yang terpuji. Hasilnya adalah tidak saja terbentuk karakter yang khas, namun anak nantinya memiliki pendewasaan berpikir dan tidak bermental tempe.</p>
<p>Namun, yang menjadi polemik adalah tidak semua orangtua siap dan mumpuni menjadi guru bagi anaknya. Kapasitas ilmu yang dikuasai serta waktu yang tersita untuk mencari nafkah, membuat realita homeschooling sebagai pembentuk kepribadian masih sulit diwujudkan secara merata demi perbaikan iman dan mental insan bangsa ini. Akhirnya, homeschooling tetap menjadi alternatif bagi sebagian orangtua. Padahal, yang pertama kali mewarnai tingkah polah dan pemikiran anak sejak lahir adalah orangtua. Artinya, orangtua adalah guru pertama bagi anak-anaknya.</p>
<p>Homeschooling seharusnya bukan sebagai wahana belajar mengajar yang menolak sekolah formal, namun sebagai wahana belajar mengajar yang melibatkan orangtua dalam penanaman nilai iman dan akhlak terpuji bagi anak mereka.<br />
Inilah saatnya untuk memperbaiki mutu sekolah formal agar menjadi sekolah yang ramah biaya, juga pada aspek fisik dan psikologis peserta didik sehingga mampu mewujudkan cita-cita pendidikan yang sebenarnya dan menjadikan homeschooling sebagai wahana pembentuk iman dan kepribadian insan bangsa.</p>
<p>Bukan justru mengadu domba antara homeschooling dan sekolah formal. Bukankah tujuan pendidikan membentuk insan yang bertakwa serta berakhlak baik dan berguna bagi sesama, bangsa dan agama? Pemerintah pun tetap nomor satu sebagai penyelenggara pendidikan, dan orangtua pun tidak meninggalkan kewajibannya sebagai sekolah pertama bagi anaknya. Gejolak homeschooling histeria yang menolak sekolah formal pun dapat diredam. Bagaimana menurut Anda? (Mia Endriza Y, S.P. Ketua AlPen ProSa Kalsel)</p></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=8&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/25/home-schooling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Putus Asa dalam Berdo’a</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/jangan-putus-asa-dalam-berdo%e2%80%99a/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/jangan-putus-asa-dalam-berdo%e2%80%99a/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 09:31:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu� Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa doanya tidak dikabulkan. Sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=7&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-size:x-small;">Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang doa-doa, ketika Allah menunda ijabah doa itu�</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus asa dalam berdoa.Mengapa demikian? Karena nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam kondisi demikian manusia seringkali berputus asa, dan merasa bahwa</span><span id="more-7"></span><span style="font-size:x-small;"> doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan karena manusia merasa bahwa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah.Tanpa disadari bahwa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur (hadir) bersama Allah.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahwa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga hal:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Pertama, seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan total, sehingga ia meraih ridha-Nya. Hamba ini senantiasa bergantung dengan-Nya, baik doa itu dikabulkan seketika maupun ditunda. la tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Kedua, seseorang tegak di depan pintu-Nya dengan harapan penuh pada janji-Nya dan memandang aturan-Nya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang teledor dan syarat-syarat yang tidak terpenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, toh syariatnya menjadi besar dalam hatinya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Ketiga, seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semoga Allah mengampuninya.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Syekh Abu Muhammad Abdul Aziz al-Mahdawi mengatakan, �Siapa pun yang tidak menyerahkan pilihannya dengan suka rela kepada Allah Ta’ala, maka orang tersebut terkena istidraj (sanjungan yang terhinakan). Orang tersebut termasuk golongan mereka yang disebut oleh Allah: �Penuhilah kebutuhannya, karena Aku benci mendengarkan keluhannya.� Tetapijika seseorang memasrahkan pada pilihan Allah, bukan pilihan dirinya, maka otomatis doanya telah terkabul, walaupun beium terwujud bentuknya. Sebab amal itu sangat tergantung pada saat akhirnya. �</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Wacana di atas dilanjutkan:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">�Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehen-daki.�</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :<br />
�Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagimu. �</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Allah menjamin pengabulan itu melalui janji-Nya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak menfirmankan dengan kata-kata, �menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri.�</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Dalam hadits Rasutullah SAW bersabda: <em>�Tak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini: Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda (pengka-bulannya) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya.� </em><strong>(HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim)</strong>.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Dalam hadits lain disebutkan, <em>�Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, (sampai akhirnya) seseorang mengatakan, �Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. � </em><strong>(HR. Bukhari-Muslim) </strong></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Dalam menafsiri suatu ayat �Telah benar-benar doa kalan berdua di ijabahi� maksudnva baru 40 tahun diijabahi doanya. Menurut Syekh Abul Hasan asy-Syadzili, perihal firman Allah: �Maka hendaknya kalian berdua istiqamah�, maksudnya adalah �tidak tergesa-gesa�. Sedangkan ayat, �Dan janganlah kalian mengikuti jalannya orang-orang yang tidak mengetahui�, maksudnya adalah orang-orang yang menginginkan agar disegerakan ijabah doanya. Bahwa ijabah doa itu diorientasikan pada pilihan Allah, baik dalam bentuk yang riil ataupun waktunya, semata karena tiga hal:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Pertama, karena kasih sayang dan pertolongan Allah pada hamba-Nya. Sebab Allah Maha Murah, Maha Asih dan Maha Mengetahui. Dzat Yang Maha Murah apabila dimohon oleh orang yang memuliakan-Nya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut Kemahatahuan-Nya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih bermashlahat. Terkadang seorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Kedua, bahwa sikap tergantung pada pilihan Allah itu merupakan sikap yang bisa mengabadikan hukum-hukum ubudiyah, di samping lebih mengakolikan wilayah rububiyah. Sebab manakala suatu ijabah doa itu tergantung pada selera hamba dengan segala jaminannya, niscaya doa itu sendiri lebih mengatur Allah. Dan hal demikian suatu tindakan yang salah.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Ketiga, doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahasia doa adalah menunjukkan betapa seorang hamba itu serba kekurangan. Kalau saja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kurang itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahasia taklif (kewajiban ubudiyah) menjadi keliru, padahal arti dari doa adalah adanya rahasia taklij’itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana selanjutnya:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">�Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata.�</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan sampai membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri dibalik semua itu, yaitu melanggengkan rububiyah atas ubudiyah hamba-Nya. Syarat-syarat ijabah atasjanji-Nya, terkadang tidak terpenuhi oleh hamba-Nya. Karena itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah. Tetapi Allah menutupi syarat-syarat meraih pertolongan itu, yaitu syarat adanya sikap �merasa hina� di hadapan Allah yang bisa menjadi limpahan pertolongan itu sendiri. Sebab Allah berfirnian dalam At-Taubah: �Allah benar-benar menolongmu pada Perang Badar, ketika kamu sekalian merasa hina �.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Kenapa demikian? Sebab sikap meragukan janji Allah itu bisa mengaburkan pandangan hati kita terhadap karunia Allah sendiri. As-Sakandari meneruskan:</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">�Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu�.</span></p>
<p><span style="font-size:x-small;">Bahwa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahasia batin, karena sikap skeptis terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan dibalik janji Allah itu.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=7&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/jangan-putus-asa-dalam-berdo%e2%80%99a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menipiskan Alis</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/menipiskan-alis/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/menipiskan-alis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 09:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu cara berhias yang berlebih-lebihan yang diharamkan Islam, yaitu mencukur rambut alis mata untuk ditinggikan atau disamakan. Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya, seperti tersebut dalam hadis: &#8220;Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya.&#8221; (Riwayat Abu Daud, dengan sanad yang hasan. Demikian menurut apa yang tersebut dalam Fathul Baari) Sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=6&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu cara berhias yang berlebih-lebihan yang diharamkan Islam, yaitu mencukur rambut alis mata untuk ditinggikan atau disamakan. Dalam hal ini Rasulullah pernah melaknatnya, seperti tersebut dalam hadis: &#8220;Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan-perempuan yang mencukur alisnya atau minta dicukurkan alisnya.&#8221; (Riwayat Abu Daud, dengan sanad yang hasan. Demikian menurut apa yang tersebut dalam Fathul<span id="more-6"></span> Baari) Sedang dalam Bukhari disebut: Rasulullah s.a.w. melaknat perempuan-perempuan yang minta dicukur alisnya. Lebih diharamkan lagi, jika mencukur alis itu dikerjakan sebagai simbol bagi perempuan-perempuan cabul. Sementara ulama madzhab Hanbali berpendapat, bahwa perempuan diperkenankan mencukur rambut dahinya, mengukir, memberikan cat merah (make up) dan meruncingkan ujung matanya, apabila dengan seizin suami, karena hal tersebut termasuk berhias. Tetapi oleh Imam Nawawi diperketat, bahwa mencukur rambut dahi itu samasekali tidak boleh. Dan dibantahnya dengan membawakan riwayat yang tersebut dalam Sunan Abu Daud: Bahwa yang disebut namishah (mencukur alis) sehingga tipis sekali. Dengan demikian tidak termasuk menghias muka dengan menghilangkan bulu-bulunya. Imam Thabari meriwayatkan dari isterinya Abu Ishak, bahwa satu ketika dia pernah ke rumah Aisyah, sedang isteri Abu Ishak adalah waktu itu masih gadis nan jelita. Kemudian dia bertanya: Bagaimana hukumnya perempuan yang menghias mukanya untuk kepentingan suaminya? Maka jawab Aisyah: Hilangkanlah kejelekan-kejelekan yang ada pada kamu itu sedapat mungkin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=6&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/menipiskan-alis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seks Pra Nikah Trend Kah</title>
		<link>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/seks-pra-nikah-trend-kah/</link>
		<comments>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/seks-pra-nikah-trend-kah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 09:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>silvicute</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://silvicute.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PERILAKU seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Perilaku seks [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=5&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PERILAKU seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang telah mencapai pada tahap hubungan intim, yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri. Sedangkan perilaku seks pranikah merupakan perilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan yang resmi menurut hukum maupun menurut agama dan kepercayaan masing-masing individu. Perilaku seks pranikah ini memang kasat mata, namun ia tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata). Dengan demikian individu tersebut tergerak untuk melakukan<span id="more-5"></span> perilaku seks pranikah. Motivasi merupakan penggerak perilaku. Hubungan antar kedua konstruk ini cukup kompleks, antara lain dapat dilihat sebagai berikut : Motivasi yang sama dapat saja menggerakkan perilaku yang berbeda, demikian pula perilaku yang sama dapat saja diarahkan oleh motivasi yang berbeda. Motivasi tertentu akan mendorong seseorang untuk melakukan perilaku tertentu pula. Pada seorang remaja, perilaku seks pranikah tersebut dapat dimotivasi oleh rasa sayang dan cinta dengan didominasi oleh perasaan kedekatan dan gairah yang tinggi terhadap pasangannya, tanpa disertai komitmen yang jelas (menurut Sternberg hal ini dinamakan romantic love); atau karena pengaruh kelompok (konformitas), dimana remaja tersebut ingin menjadi bagian dari kelompoknya dengan mengikuti norma-norma yang telah dianut oleh kelompoknya, dalam hal ini kelompoknya telah melakukan perilaku seks pranikah. Faktor lain yang dapat mempengaruhi seorang remaja melakukan seks pranikah karena ia didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui. Hal tersebut merupakan ciri-ciri remaja pada umumnya, mereka ingin mengetahui banyak hal yang hanya dapat dipuaskan serta diwujudkannya melalui pengalaman mereka sendiri, &#8220;Learning by doing&#8221;. Disinilah suatu masalah acap kali muncul dalam kehidupan remaja karena mereka ingin mencoba-coba segala hal, termasuk yang berhubungan dengan fungsi ketubuhannya yang juga melibatkan pasangannya. Namun dibalik itu semua, faktor internal yang paling mempengaruhi perilaku seksual remaja sehingga mengarah pada perilaku seksual pranikah pada remaja adalah berkembangnya organ seksual. Dikatakan bahwa gonads (kelenjar seks) yang tetap bekerja (seks primer) bukan saja berpengaruh pada penyempurnaan tubuh (khususnya yang berhubungan dengan ciri-ciri seks sekunder), melainkan juga berpengaruh jauh pada kehidupan psikis, moral, dan sosial. Pada kehidupan psikis remaja, perkembangan organ seksual mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan jenis kelamin. Ketertarikkan antar lawan jenis ini kemudian berkembang ke pola kencan yang lebih serius serta memilih pasangan kencan dan romans yang akan ditetapkan sebagai teman hidup. Sedangkan pada kehidupan moral, seiringan dengan bekerjanya gonads, tak jarang timbul konflik dalam diri remaja. Masalah yang timbul yaitu akibat adanya dorongan seks dan pertimbangan moral sering kali bertentangan. Bila dorongan seks terlalu besar sehingga menimbulkan konflik yang kuat, maka dorongan seks tersebut cenderung untuk dimenangkan dengan berbagai dalih sebagai pembenaran diri. Pengaruh perkembangan organ seksual pada kehidupan sosial ialah remaja dapat memperoleh teman baru, mengadakan jalinan cinta dengan lawan jenisnya. Jalinan cinta ini tidak lagi menampakkan pemujaan secara berlebihan terhadap lawan jenis dan &#8220;cinta monyet&#8221; pun tidak tampak lagi. Mereka benar-benar terpaut hatinya pada seorang lawan jenis, sehingga terikat oleh tali cinta. Perlu pula dijelaskan bahwa pertumbuhan kelenjar-kelenjar seks (gonads) remaja, sesungguhnya merupakan bagian integral dari pertumbuhan dan perkembangan jasmani secara menyeluruh. Selain itu, energi seksual atau libido/nafsu pun telah mengalami perintisan yang cukup panjang; Sigmund Freud mengatakan bahwa dorongan seksual yang diiringi oleh nafsu atau libido telah ada sejak terbentuknya Id. Namun dorongan seksual ini mengalami kematangan pada usia usia remaja. Karena itulah, dengan adanya pertumbuhan ini maka dibutuhkan penyaluran dalam bentuk perilaku seksual tertentu. Cukup naïf bila kita tidak menyinggung faktor lingkungan, yang memiliki peran yang tidak kalah penting dengan faktor pendorong perilaku seksual pranikah lainnya. Faktor lingkungan ini bervariasi macamnya, ada teman sepermainan (peer-group), pengaruh media dan televisi, bahkan faktor orang tua sendiri. Pada masa remaja, kedekatannya dengan peer-groupnya sangat tinggi karena selain ikatan peer-group menggantikan ikatan keluarga, mereka juga merupakan sumber afeksi, simpati, dan pengertian, saling berbagi pengalaman dan sebagai tempat remaja untuk mencapai otonomi dan independensi. Maka tak heran bila remaja mempunyai kecenderungan untuk mengadopsi informasi yang diterima oleh teman-temannya, tanpa memiliki dasar informasi yang signifikan dari sumber yang lebih dapat dipercaya. Informasi dari teman-temannya tersebut, dalam hal ini sehubungan dengan perilaku seks pranikah, tak jarang menimbulkan rasa penasaran yang membentuk serangkaian pertanyaan dalam diri remaja. Untuk menjawab pertanyaan itu sekaligus membuktikan kebenaran informasi yang diterima, mereka cenderung melakukan dan mengalami perilaku seks pranikah itu sendiri. Pengaruh media dan televisi pun sering kali diimitasi oleh remaja dalam perilakunya sehari-hari. Misalnya saja remaja yang menonton film remaja yang berkebudayaan barat, melalui observational learning, mereka melihat perilaku seks itu menyenangkan dan dapat diterima lingkungan. Hal ini pun diimitasi oleh mereka, terkadang tanpa memikirkan adanya perbedaan kebudayaan, nilai serta norma-norma dalam lingkungan masyakarat yang berbeda. Perilaku yang tidak sesuai dengan tugas perkembangan remaja pada umumnya dapat dipengaruhi orang tua. Bilamana orang tua mampu memberikan pemahaman mengenai perilaku seks kepada anak-anaknya, maka anak-anaknya cenderung mengontrol perilaku seksnya itu sesuai dengan pemahaman yang diberikan orang tuanya. Hal ini terjadi karena pada dasarnya pendidikan seks yang terbaik adalah yang diberikan oleh orang tua sendiri, dan dapat pula diwujudkan melalui cara hidup orang tua dalam keluarga sebagai suami-istri yang bersatu dalam perkawinan. Kesulitan yang timbul kemudian adalah apabila pengetahuan orang tua kurang memadai menyebabkan sikap kurang terbuka dan cenderung tidak memberikan pemahaman tentang masalah-masalah seks anak. Akibatnya anak mendapatkan informasi seks yang tidak sehat. Seorang peneliti menyimpulkan hasil penelitiannya sebagai berikut: informasi seks yang tidak sehat atau tidak sesuai dengan perkembangan usia remaja ini mengakibatkan remaja terlibat dalam kasus-kasus berupa konflik-konflik dan gangguan mental, ide-ide yang salah dan ketakutan-ketakutan yang berhubungan dengan seks. Dalam hal ini, terciptanya konflik dan gangguan mental serta ide-ide yang salah dapat memungkinkan seorang remaja untuk melakukan perilaku seks pranikah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/silvicute.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/silvicute.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/silvicute.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/silvicute.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=silvicute.wordpress.com&amp;blog=3621179&amp;post=5&amp;subd=silvicute&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://silvicute.wordpress.com/2008/05/01/seks-pra-nikah-trend-kah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/887dee84d5f791027496d44044030798?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">silvicute</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
